Air Kolam Bau Pemicu Penyakit Lele Kembung

air kolam bau pemicu penyakit lele

Air kolam bau pemicu penyakit lele menjadi masalah serius dalam budidaya, terutama pada sistem pemeliharaan intensif. Bau menyengat pada air kolam sering dianggap hal biasa, padahal kondisi tersebut menandakan kualitas air sudah menurun dan berbahaya bagi kesehatan lele.

Air yang berbau menunjukkan adanya penumpukan zat organik, gas beracun, dan aktivitas bakteri jahat. Jika terus dibiarkan, kondisi ini akan memicu berbagai penyakit, termasuk gangguan pencernaan hingga gejala lele mengalami kembung. Oleh karena itu, memahami penyebab air kolam bau sangat penting untuk mencegah kerugian lebih besar.

Dampak Air Kolam Bau Terhadap Kesehatan Lele

Air kolam yang bau memberi dampak langsung dan tidak langsung pada tubuh lele. Bau bukan cuma bikin kolam nggak nyaman, tapi jadi sinyal kuat kalau lingkungan hidup lele sudah tercemar zat berbahaya.

Semakin lama lele terpapar air bau, semakin besar risiko gangguan kesehatan yang muncul, baik dari luar maupun dari dalam tubuh.

A. Gangguan Sistem Pernapasan

Air bau membuat lele:

  • Sulit bernapas

  • Sering muncul ke permukaan kolam

  • Insang bekerja lebih berat

Kondisi ini terjadi karena oksigen terlarut menurun dan digantikan gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Insang yang terus dipaksa bekerja akan mengalami iritasi, bahkan rusak secara perlahan.

Jika berlangsung lama, lele akan mengalami stres berat, daya tahan tubuh turun, dan mudah terserang penyakit lain.

B. Gangguan Pencernaan dan Kembung

Air kolam bau pemicu penyakit lele karena:

  • Racun masuk ke tubuh melalui insang

  • Sistem cerna terganggu

  • Gas terbentuk di perut

Racun dari air yang buruk tidak hanya menyerang pernapasan, tapi juga memengaruhi metabolisme dan pencernaan. Proses cerna menjadi tidak normal, fermentasi berlebihan terjadi, dan gas menumpuk di dalam perut.

Akibatnya muncul gejala lele mengalami kembung secara bertahap, dimulai dari perut sedikit membesar hingga kembung parah jika tidak segera ditangani.

Ciri Lele Terkena Dampak Air Kolam Bau

Lele yang hidup di air bau biasanya menunjukkan perubahan perilaku dan fisik.

Beberapa tanda yang sering terlihat:

  • Nafsu makan menurun

  • Lele lebih sering diam

  • Gerakan melambat

  • Perut mulai membesar

Selain itu, lele terlihat kurang responsif terhadap pakan dan lebih sering berkumpul di area tertentu kolam. Jika ciri ini muncul bersamaan dengan air kolam bau, risiko penyakit meningkat drastis dan tidak boleh dianggap sepele.

Cara Mengatasi Air Kolam Bau Pemicu Penyakit Lele

Penanganan harus difokuskan pada perbaikan kualitas air, bukan hanya mengobati lelenya.

Langkah Cepat Menghilangkan Bau Air

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Ganti air kolam 30–50% secara bertahap

  • Tingkatkan aerasi atau sirkulasi air

  • Angkat endapan sisa pakan dan lumpur

Penggantian air bertahap penting agar lele tidak stres. Aerasi membantu membuang gas beracun, sedangkan pembersihan dasar kolam menghentikan sumber bau dari pembusukan.

Langkah ini membantu menurunkan kadar racun dan bau secara cepat.

Perawatan Kolam Berkelanjutan

Agar air tidak bau kembali:

  • Gunakan probiotik kolam secara rutin

  • Atur kepadatan lele

  • Kontrol pemberian pakan

Probiotik membantu menguraikan sisa organik, kepadatan ideal menjaga oksigen tetap stabil, dan pakan terkontrol mencegah pembusukan berulang. Perawatan rutin jauh lebih efektif dibanding penanganan darurat saat lele sudah sakit.

Kesimpulan

Air kolam bau pemicu penyakit lele merupakan tanda serius menurunnya kualitas lingkungan budidaya. Bau menyengat menandakan adanya penumpukan zat organik dan gas beracun yang mengganggu pernapasan serta sistem pencernaan lele. Jika dibiarkan, masalah air kolam pemicu lele kembung akan berkembang secara perlahan, ditandai dengan penurunan nafsu makan, aktivitas melemah, hingga perut membesar dan kembung parah.

Pengelolaan kolam yang baik menjadi kunci utama pencegahan. Penggantian air teratur, pengaturan pakan yang tepat, serta penggunaan probiotik mampu menjaga kualitas air tetap stabil dan aman. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat lele sudah sakit. Untuk referensi tambahan seputar perawatan dan manajemen kolam, writerspower.com dapat dijadikan bacaan pendukung yang relevan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *