Pakan ternak kambing silase adalah salah satu metode pengawetan pakan yang paling populer untuk kalangan para peternak. Metode ini juga sudah peternak gunakan sejak lama, sebagai solusi ketika musim kemarau karena kelangkaan pakan. Silase merupakan pakan ternak yang terbuat dari fermentasi bahan pakan yang segar.

Proses pembuatan pakan ternak kambing silase mulai dengan pemotongan bahan hingga menjadi ukuran yang cukup kecil. Hal ini bertujuan agar proses fermentasi menjadi lebih cepat, lalu masukan semua bahan ke wadah tertutup. Bahan harus kita tambahkan dengan molase untuk meningkatkan kualitas pakan.

Proses Pembuatan Pakan Silase yang Bernutrisi

Penggunaan pakan silase dalam peternakan juga memiliki banyak manfaat dan keunggulan. Salah satu kelebihannya adalah ketersediaan pakan yang lebih stabil sepanjang tahun. Dalam keadaan musim kemarau, kekurangan pakan hijauan menjadi masalah yang sering kali terjadi kepada para peternak.

Proses pembuatan pakan silase, juga melibatkan beberapa tahap yang harus para peternak lakukan dengan benar untuk menghasilkan silase yang berkualitas. Berikut adalah langkah atau tahapan dalam pembuatan pakan kambing silase.

1. Pemotongan Bahan Pakan Ternak Silase

Bahan pakan ternak hijauan yang akan menjadi pakan silase harus peternak potong dan kita hancurkan agar mudah tercerna oleh mikroorganisme yang ada dalam proses fermentasi. Potongan bahan pakan hijauan yang lebih kecil juga akan mempercepat proses fermentasi pakan.

Setelah hijauan terpotong dan kita hancurkan, bahan pakan hijauan tersebut akan kita tambahkan bahan pengawet seperti asam formiat, asam propionat, atau garam dapur. Bahan pengawet ini juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merusak serta untuk menjaga kualitas pakan silase.

Bahan pakan yang telah kita campur dengan bahan pengawet kemudian harus kita susun dalam tumpukan atau silo. Setiap lapisan bahan pakan harus peternak padatkan atau tekan dengan menggunakan alat tertentu agar udara dapat terbuang dan fermentasi dapat berlangsung dengan lancar.

2. Proses Fermentasi Pakan Ternak Silase

Setelah bahan terpotong, bahan pakan hijauan ini akan mengalami proses fermentasi selama beberapa minggu. Fermentasi ini dilakukan oleh mikroorganisme seperti bakteri asam laktat yang ada secara ilmiah pada bahan pakan hijauan. Proses fermentasi juga akan mengubah bahan pakan menjadi silase yang memiliki kandungan nutrisi menjadi lebih tinggi.

Proses fermentasi pada pembuatan pakan silase akan menghasilkan pakan ternak yang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan bahan pakan hijauan yang masih mentah. Nutrisi yang lebih tinggi ini akan membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan ternak.

3. Penyimpanan Pakan Ternak Silase

Setelah melalui proses fermentasi, pakan silase juga dapat kita simpan dalam jangka waktu yang panjang. Pakan silase juga harus peternak simpan dalam wadah yang kedap udara seperti silo atau plastik yang rapat supaya tidak terjadi kontaminasi oleh udara atau air yang dapat merusak kualitas pakan silase.

Dengan menggunakan pakan silase, para peternak juga dapat mengurangi risiko kerugian akibat kekurangan pakan ternak hijauan saat musim kemarau atau musim kering tiba. Asupan pakan silase yang cukup juga akan membantu para peternak dalam menjaga kesehatan dan produktivitas hewan ternaknya.

Kesimpulan

Silase adalah pakan ternak hasil fermentasi hijauan atau bahan organik lainnya dalam kondisi anaerob. Pakan ini kaya nutrisi, mudah disimpan dalam waktu lama, dan cocok untuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.

Proses silase meningkatkan daya cerna, mengurangi limbah hijauan, serta memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *