Sistem klasifikasi biji kopi mesin berfungsi untuk memisahkan dan mengelompokkan biji kopi berdasarkan karakter fisiknya setelah proses pengeringan dan pengupasan selesai. Pada tahap ini, biji sudah berada dalam bentuk green bean dan menunjukkan perbedaan ukuran, berat, serta tingkat kepadatan.

Dalam sistem pengolahan kopi modern, mesin klasifikasi bekerja sebagai pengendali standar kualitas. Dengan pemilahan yang rapi dan teratur, setiap batch biji dapat disusun agar memiliki karakter fisik yang seragam sehingga proses lanjutan berjalan lebih stabil dan hasil akhirnya lebih konsisten.

6 Sistem Klasifikasi Biji Kopi Mesin

sistem klasifikasi biji kopi mesin

 

Sistem klasifikasi biji kopi mesin membantu mengelompokkan biji berdasarkan ukuran, berat, dan kualitas fisik secara otomatis dan konsisten. Dengan dukungan mesin ini, proses penilaian biji menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga hanya biji dengan standar tertentu yang melanjutkan ke tahap sangrai dan pengolahan di mesin kopi.

Klasifikasi yang rapi membuat kualitas setiap batch kopi lebih mudah dikendalikan. Biji yang sudah terkelompok dengan baik akan memberi hasil sangrai yang lebih merata dan seduhan yang lebih bersih, sehingga aroma dan karakter rasa kopi dapat tampil lebih jelas di setiap cangkir.

1. Pengelompokan berdasarkan ukuran biji

Mesin klasifikasi mengalirkan biji kopi ke dalam saringan bertingkat yang memiliki lubang dengan diameter berbeda, sehingga biji berukuran kecil akan jatuh lebih dulu dan biji yang lebih besar akan terus bergerak ke jalur berikutnya sampai seluruh ukuran dapat terpisah.

Melalui sistem ini, produsen dapat memperoleh kelompok biji dengan ukuran yang seragam, yang sangat membantu proses sangrai karena biji dengan ukuran sama akan menerima panas secara lebih merata dan menghasilkan tingkat kematangan yang lebih seimbang.

2. Sistem Klasifikasi Biji berdasarkan berat 

Selain ukuran, mesin juga menggunakan aliran udara atau getaran mekanis untuk membedakan biji berdasarkan berat dan kepadatannya, di mana biji yang lebih ringan seperti biji kosong atau kurang bernas akan bergerak berbeda dari biji yang lebih padat dan berkualitas.

Proses ini memastikan hanya biji dengan struktur internal yang baik yang melanjutkan ke tahap berikutnya, sehingga mutu fisik dan potensi rasa kopi dapat terjaga dengan lebih optimal.

3. Penyaringan biji cacat

Mesin klasifikasi mengarahkan biji yang pecah, retak, atau memiliki bentuk tidak normal ke jalur terpisah karena biji seperti ini memiliki pola gerak yang berbeda di dalam sistem sortir dibandingkan biji yang utuh.

Penyaringan ini menjaga agar biji cacat tidak tercampur dengan biji utama, sehingga tampilan fisik dan kualitas hasil akhir kopi dapat tetap terjaga.

4. Pembersihan dari debu dan sisa kulit

Saat biji bergerak di dalam mesin klasifikasi, gesekan dan aliran udara akan melepaskan debu, serpihan kulit, dan partikel ringan lain yang masih menempel pada permukaan biji.

Partikel tersebut akan keluar melalui sistem pembuangan, sementara biji yang lebih berat dan bersih akan melanjutkan proses, sehingga biji yang keluar dari mesin memiliki kondisi yang lebih rapi dan higienis.

5. Penyeragaman batch produksi

Dengan sistem klasifikasi yang bekerja stabil, mesin mampu menghasilkan kelompok biji yang memiliki karakter fisik yang hampir sama dalam satu batch, sehingga proses pengolahan berikutnya dapat berjalan lebih terkontrol.

Penyeragaman ini membantu produsen menjaga standar mutu dari satu produksi ke produksi berikutnya, sekaligus mempermudah pengaturan proses sangrai.

6. Peningkatan efisiensi pengolahan

Mesin klasifikasi mampu memproses biji dalam jumlah besar secara terus-menerus tanpa perlu pemilahan manual, sehingga alur kerja pascapanen menjadi lebih cepat dan lebih teratur.

Kecepatan dan ketelitian ini memungkinkan produsen mengolah volume biji yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengorbankan kualitas.

Kesimpulan Sistem Klasifikasi Biji Kopi

Sistem klasifikasi biji kopi mesin menjadi fondasi penting dalam pengolahan kopi karena mampu memisahkan biji berdasarkan ukuran, berat, dan kondisi fisik secara konsisten. Dengan sistem ini, produsen dapat menjaga keseragaman mutu, memperlancar proses sangrai, dan menghasilkan kopi dengan kualitas yang lebih stabil.

Alan Ramadhani Setiawan

By Alan Ramadhani Setiawan

saya seorang penulis semi professional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *